Upgrade Ideos X5 to Official Gingerbread 2.3.5 Really Not Worth the Hassle

Dari awal saya sudah berniat tidak akan banyak mengutak-atik ponsel kecuali penambahan aplikasi yang diinginkan saja. Tapi apa mau dikata… yang tadinya males baca-baca apa itu rooting… bagaimana  itu upgdrading dsb… malah ujung-ujungnya dijalani juga.

Kenapa terpaksa melakukan upgrading? Ada suatu media player yang berjudul Avia Media Player yang pernah saya instal di Android ICS x86 ternyata hanya bisa diinstal di android versi 2.3.x (Gingerbread) ke atas, sementara pada Huawei Ideos X5 pabrikan hanya dibenamkan android versi 2.2.x (Froyo). Untungnya proses upgradenya sangat simple cuma sekali pencet selesai gak pakai instal software di komputer. Hanya download file update di servernya Huawei Device U8800-V100R001C00B526G001, setelah terdownload buka dan copy paste folder “dload” (di dalamnya ada file terdapat file “UPDATE.APP”) beserta isinya ke root SD cardn sehingga direktori file update di sd card /sdcard/dload/UPDATE.APP/. Power off ponsel dan nyalakan kembali dengan menekan dan tahan tombol volume up, volume down, tombol power secara bersamaan tunggu beberapa saat sampai masuk ke modus “upgrading”. Proses upgrading cuma sebentar sekitar 2-3 menit. Setelah proses update selesai ponsel akan mati. Kemudian dinyalakan dan si Gingerbread versi 2.3.5 sudah tertanam di sana. Namun sempat keringat dingin juga saat menyaksikan tulisan “update failed”…. dicoba lagi malah ponsel freezing di “process 1 / 2 extracting”. Lagi-lagi masih beruntung ternyata di forum xdadeveloper ada member yang pernah mengalami juga, permasalahannya si ponsel kurang berkenan kalau file upgrade ditaruh di micro sd card, maunya di sd memory internal. Maka stres tak jadi berkepanjangan… hehehe.

Kemudian terpaksa lagi harus melakukan rooting. Why bother? Itu tuh gara-gara aplikasi texting aduhai si Swype bawaan ponsel yang tak memiliki dictionary Bahasa Indonesia, jadinya percuma saja ada Swype kalau ngetiknya juga masih tutul-tutul, mana keyboard virtualnya rapat dan cuilik-cuilik jadi salah pencet mulu. Swype yang ada di hasil upgrade Gingerbread adalah tipe OEM yang sudah dikunci gak bisa di-reinstal dengan Swype versi download manual, padahal di versi download manual ini yang disediakan pilihan penambahan dictionary dengan instal online. Aneh juga, vendor Swype yang telah memiliki koleksi dictionary Bahasa Indonesia tapi release versi multi-languagenya cuma menyertakan dictionary dari negara-negara Eropa dan Amerika. Pengguna di indonesia dan beberapa negara Asia lainnya diharuskan nambahin sendiri. Cape dech…!

Sempat mutung juga karena pas proses rooting dengan Superoneclick malah yang terjadi aplikasi tersebut freezing diproses #6, dicoba lagi tetap saja freezing. Lagi-lagi ternyata ada tutorial khusus untuk rooting Ideos X5 menggunakan Superoneclick. Sebelum menjalankan Superoneclick di komputer, si ponsel harus di setting “dial *#*#2846579#*#* and go to projectmenu > background settings > log settings > log switch > set Log on”. Masalahpun terselesaikan… Setelah rooting berhasil maka proses instal ulang Swype secara manualpun lancar-lancar saja, berikutnya hanya tinggal setting sana-sini dan download dan instal dictionary Bahasa Indonesia.

Dan ternyata… meski upgrade file diberi embel-embel “Official” bukan berarti sempurna tanpa cacat. Selain aplikasi Swype yang terinstal secara sistim dan parahnya tak ada pilihan input dictionary Bahasa Indonesia, upgrade justru memberi hasil capture video yang berantakan. Sebelum upgrade file rekaman video dalam bentuk 3gp dan hasil rekamannya cukup memuaskan meski masih dijalankan di versi android 2.2. Setelah upgrade file video menjadi mp4. Saya pikir ini suatu perbaikan kualitas. Nyatanya malah sebaliknya, hasil rekaman cenderung agak kabur, dan file hasil rekaman saat dimainkan di uMPlayer hanya bisa memutar audionya saja sedang videonya freezing. memutar dengan RealPlayer juga memberi hasil yang sama. File bisa diputar dengan lancar menggunakan pemutar media VLC Player.

Dengan hasil yang begini… rasanya upgrade ke Gingerbread adalah suatu kesia-siaan… cuma dapet capeknya saja…. (hehehe harus menunggu 3 jam untuk download file upgrade, ribet me-rooting untuk bisa install Swype beta dsb.). Maka…. diputuskan untuk kembali ke versi 2.2. Dan harus menunggu 2 jam untuk download firmwarenya…. Hal positif dari pengalaman upgrade dan kembali downgrade adalah pengalaman dan ilmu baru yang mungkin tak didapatkan kalau tak ada urgensi hasrat untuk upgrade…. (Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya).

3 Comments

Filed under Android Stuff

3 responses to “Upgrade Ideos X5 to Official Gingerbread 2.3.5 Really Not Worth the Hassle

  1. unca

    Mas Bro, mohon pencerahannya.
    aku ngalamin “update failed” di X5 aku, mohon tutorial untuk ngatasi hal tersebut.
    terima kasih.

    • Sarjono Sutedjo

      Barangkali sekarang sudah tidak “failed” lagi ya… sudah lama postingnya. BTW kasus faile update kalau mengguakan memori eksternal 4 GB atau lebih. Untuk amannya gunakan memori internal untuk update dan kartu memori dicopot saat melakukan update.

  2. punya ane lancar bro..justru hasil rekamannya malah lebih tajem ketika ane puter baik di pc maupun di tv l.e.d ane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s