Optimus 4X HD: Unlock, Root, Gboot-Menu untuk v20a official

Link download firmware V20A Europe Open

Flashing dari V10x ke V20A bisa menggunakan software KDZ Updater, dan hampir kebanyakan pengguna O4X sudah familiar.

Prasyarat instalasi CWM ini ponsel harus sudah root dan unlock, oleh sebab itu tutorial ini dimulai dari proses rooting, unlock bootloader dan install CWM.

IMG_1629x

Pastikan Jelly Bean V20A di ponsel memiliki Software Version: EUR-XXX, karena dari survey di forum XDA ternyata yang hasil flash dengan software version yang bukan EUR-XXX tidak (belum) sukses melakukan onlock bootloader. (Edit: Beruntunglah, sepertinya ponsel O4X yang seri IMEI nya wilayah bukan Eropa akan mendapatkan Software version EUR-XXX….dan unlockable)

2013-03-10-16-58-29~01

1. Install ADB dan fastboot di komputer

Download ADB, Fastboot

(merupakan bagian dari paket Android SDK, karena yang dibutuhkan hanya adb dan fastboot saja maka tak perlu download dan instal Android SDK secara keseluruhan).

Extract file-filenya dan taruh di C:\Android untuk gampangnya.

C-Android-0

C-Android

Jalankan Windows Task Manager, jalankan File > New Task (Run)….. isikan sysdm.cpl dan klik OK.

task-run

sysdm

Akan muncul window System Properties, klik Advanced… klik Environment Variable.

env

Di bawah System Variables, scroll ke bawah sampai ketemu “Path”, klik Path dan klik Edit.

klik

Tambahkan (ketik, atau copy paste dari tutorial ini) ;C:\Android (ingat ada titik komanya), klik OK.

plus-C-Android

Untuk afdolnya, restart komputer….

2. Install driver adb dan fastboot

Download: CT_HsPhone_General_Drivers.rar

Ekstrak file CT_HsPhone_General_Drivers.rar di suatu tempat. Pilih mode “debugging” di ponsel dan  koneksikan ponsel dengan mode “Charging Only”. Jalankan Device Manager: cek apakah ada komponen yang error drivernya, misalnya fastboot. Jika ada, klik kanan di komponen tersebut dan “update driver” arahkan ke folder hasil ekstraksi /fastboot-driver. Pastikan tidak ada error driver di Device Manager.

driver-ok

Test adb devices

Di komputer, pergi ke folder C:\Android,  klik di tempat kosong, tekan “Shift”  dan klik kanan kemudian “Open command window here”. Untuk memastikan bahwa urusan adb dan drivernya sudah OK boleh dicek menggunakan command line “adb devices”, untuk memastikan ponsel sudah dikenali.

android-adb-devices

3. ROOTING Optimus 4X HD Jelly Bean V20A

DOWNLOAD: http://www.uploadtak.com/images/j794_root.rar, extract di suatu tempat di komputer.

Matikan ponsel, jalankan recovery mode: Tekan dan tahan tombol Vol(-) dan Power.

  1. Koneksikan ponsel (dalam recovery mode) dengan komputer, gunakan tombol Vol atas dan bawah untuk scrolling pilihan dan tombol Power untuk memilih eksekusi. Temukan menu “Apply update from ADB” menggunakan Vol (-) dan tekan Power untuk memilih dan eksekusi.
  2. Di komputer, pergi ke folder tempat ekstrak file j794_root.rar, klik dua kali ROOT.BAT.
  3. Instalasi rooting selesai dan pilih reboot (di ponsel) untuk restart. Ponsel sudah dalam keadaan ROOTED.

4. Proses Unlock

Pilih mode “debugging” di ponsel dan  koneksikan ponsel dengan mode “Charging Only”. Di komputer, pergi ke folder C:\Android,  klik di tempat kosong, tekan “Shift”  dan klik kanan kemudian “Open command window here”. Jalankan:

adb reboot-bootloader

Tekan Enter untuk eksekusi. Kalau sukses, ponsel akan restart dalam bootloader mode, hanya terlihat logo LG dan tulisan kecil-kecil banget di bagian atas layar.

Cek apakah fastboot sudah dikenali dalam mode bootloader  dengan mengetikkan:

fastboot devices

Jika “fastboot” belum dikenali, periksa di Device Manager di komputer, temukan komponen “fastboot” dengan tanda segitiga kuning pertanda driver error, klik kanan, lakukan update driver secara manual dengan mengarahkan ke  tempat ekstraksi file CT_HsPhone_General_Drivers.rar ke folder /fastboot-driver.  Selanjutnya cek lagi dengan command: fastboot devices. Jika semua sudah OK lanjutkan dengan menjalankan command:

fastboot oem unlock

Capture

Akan muncul tulisan kecil di layar dengan pilihan untuk unlock, gunakan “vol up” untuk memilih “Unlock” dan tekan tombol  “power” untuk konfirmasi pilihan. (Namun, dalam kasus yang saya alami tulisan untuk memilih dan konfirmasi itu muncul hanya sebentar dan lenyap sebelum saya sempat menentukan pilihan. Untungnya secara default milih sendiri… jadi meski tak melakukan pilihan tetap yang terpilih “unlock”.) Setelah proses unlock selesai layar akan gelap gulita, padam, tunggu 30 detik > copot batere kemudian pasang lagi dan restart.

Cek apakah proses unlock benar-benar sukses menggunakan dialer tekan 3845#*880#, scroll ke bawah terus sampai ketemu “Bootloader unlock check”, jika hasilnya cek = unlock maka proses unlock bootloader sukses.

2013-03-10-01-32-53

5. Instal GBootMenu v0.1

Download: gbootmenu-v0.1.img di XDA download section.

(Source: XDA)

dari Gboot-Menu nantinya  dapat mengakses:

1) Clockworkmod Touch 6.0.3.0
2) Team Win Recovery Project
3) Aroma File Manager
4) Fastboot
5) Reboot

Taruh gbootmenu recpvery image (recovery.img) di suatu tempat, copy paste file di C:\Android.

Install Gboot-Menu menggunakan fastboot

Menggunakan komputer, pergi ke folder C:\Android, tekan “Shift” di tempat kosong dan klik kanan kemudian “Open command window here”. Jalankan:

adb reboot oem-unlock      ENTER

fastboot flash recovery recovery.img         ENTER

fastboot reboot       ENTER

Jika menggunakan terminal emulator di ponsel, copy paste recovery.img di memori internal ponsel, di luar bukan di suatu folder.  Jalankan aplikasi terminal emulator dan jalankan command berikut.

su

cat /sdcard/recovery.img > /dev/block/mmcblk0p1

sync

Install Gboot-Menu selesai.

Cek Gboot-Menu dengan mematikan ponsel dan tunggu sebentar, kemudian tekan dan tahan Vol (-) dan Power.

Silakan mencoba dan semoga sukses….

Referensi instal adb dan fastboot:

http://dottech.org/21534/how-to-install-adb-and-fastboot-on-your-windows-computer-for-use-with-your-android-phone/

Advertisements

13 Comments

Filed under Android Stuff

LG Optimus 4X HD: Rollback dari Jelly Bean 4.1.2 ke ICS 4.0.3

Bagi pengguna ponsel LG Optimus 4X HD yang telah sukses menginstal firmware versi Jelly Bean “illegal” P880 V20A_00.kdz pastinya girang telah mendahului mencicipi Jelly Bean sebelum secara resmi pihak LG merilis upgrade versi tersebut. Terasa bedanya memang kalau dibandingkan dengan versi Ice Cream Sandwich stock bawaan ponsel. Namun kasus yang saya alami, sejak semula versi 4.1.2 terinstal, meski cukup bangga dengan kesuksesan menginstal versi yang ditunggu-tunggu tersebut, ada satu hal yang mengganjal: ketika mencoba menjalankan software update selalu ada notifikasi “The phone is not yet registered”.

Jadi bertanya-tanya, bagaimana kelak sekiranya nih ponsel tak bisa update software secara OTA, sementara versi ilegal ini kemungkinan masih prematur belum layak rilis. Kemungkinan rilis resmi versi Jelly Bean untuk 4X HD ini ternyata lebih stabil dan lebih banyak fitur-fitur menarik yang “belum sempat” disematkan pada versi bocoran ini?  Pun kalau ingin mendapatkan update versi 4.1.2 yang khusus dirilis untuk wilayah Indonesia, tentunya harus menggunakan versi ICS 4.0.3 yang versi wilayah Indonesia untuk bisa mendapatkan update secara OTA.
Lagi sedang galau memikirkan kemungkinan-kemungkinan itu, eh ternyata di forum XDA sudah ada member yang memposting tutorial bagaimana kembali ke versi 4.0.3 setelah instal dengan versi 4.1.2 versi bocoran alias ilegal tersebut. Berhubung tutorial tak disertai ilustrasi gambar selama proses downgrade, mengikuti langkah-langkah tutorialnya pun sempat tertatih-tatih pakai acara gagal atau salah langkah dan ujung-ujungnya hampir frustasi juga. setelah mengikuti thread yang emmbahas tutorial tersebut secara menyeluruh, barulah mendapatkan pencerahan dengan sedikit mencerahkan diri sendiri dengan asumsi-asumsi seorang newbie… asumsi gak pake ngelmu.

Nah, kira-kira berikut langkah-langkah downgrade atau rollback yang harus dijalani demi kesuksesan berpindah ke versi V20A ke versi V10H.

  • Uninstal driver LGUnitedMobileDriver – versi  manapun yang sudah terinstal di komputer, dan fresh instal driver LGUnitedMobileDriver versi terserah yang penting ponsel dengan mode Software Upgrade dapat dikenali dengan baik oleh versi drivernya. Ada beberapa pilihan:

 Ada versi teranyar http://www.4shared.com/file/rPpP2btT/LGUnitedMobileDriver_S4981MAN3.html (tapi diinstal di laptop saya tak memberi hasil memuaskan, ada 2 komponen yang error instalasi drivernya)
Ada versi LGUnitedMobileDriver_S4981CAN36AP22_ML_WHQL_Ver_3[1].6 yang juga masih menyisakan error di laptop saya
Dan akhirnya sukses pengenalan komponen hardware dengan versi yang ini LGUnitedMobileDriver_S4981MAN36AP22_ML_WHQL_Ver_3[1].

Download seperangkat software untuk keperluan downgrade termasuk firmware nya di:

https://mega.co.nz/#!3dRlySCT!czu3OVR89d-OzR1KRqIGXWoqyyggAExS9EoW3wAOYCw
Sebagai informasi, firmware yang digunakan untuk proses downgrade tidak dalam extension file KDZ melainkan DZ.

  • Setelah sukses instal driver, tentunya tak ada meninggalkan error, langkah berikutnya tidaklah terlalu rumit.
  • Matikan ponsel, tekan dan tahan tombol Vol(-) dan koneksikan kabel ke komputer (Software Upgrade mode), biarkan komputer sibuk melayani instalasi driver-driver komponen-komponen ponsel yang dikenalinya. Pastikan instalasi tak menyisakan error.
  • Ke menu Device Manager, klik kanan LGE USB SERIAL PORT, selanjutnya klik Properties> Advanced> Set ke COM41.  Matikan ponsel dengan mencopot batere (kemudian pasang lagi baterenya).
  • Jalankan LG FlashTool, pilih file  DLL x3_2008_v0.0.6.9.dll dan pada  S/W pilih file yang berekstensi  .dz yang termasuk dalam doanload. File DZ ini merupakan firmware ICS yang akan diflashkan.

langkah

  • Checklist “Select Manual Mode” kemudian juga pilih USB pada option Connection Mode, selanjutnya klik OK.
  • Klik pada icon Setting Port Com (COM plug icon) dan centang com “1”, yang sisanya kosongkan saja.
  • Klik Start, yaitu icom gambar panah warna kuning di pojok kiri atas, pada window/jendela port 1 akan muncul tulisan READY.

langkah2

  • Pasang batere ponsel, tekan Vol (-) dan koneksikan ponsel ke komputer, proses update akan berjalan otomatis saat tombol Vol (-) dilepas. Tunggu sampai proses berjalan 100%… dan ponsel akan start otomatis.

preogress

Dan… selamat kembali ke versi 4.0.3. Jika ingin kembali upgrade ke ke versi 4.1.2, bisa dilakukan menggunakan cara instalasi file KDZ seperti biasa.

Leave a comment

Filed under Android Stuff

Speed Up Satelite Fix for GPS on Android

Setting mantap dengan akurasi nyaris sempurna untuk wilayah Indonesia. Setting ini menggunakan sistim operasi android versi 2.2.2 Froyo.

Modifikasi file /system/etc/gps.conf   (ponsel rooted dengan SuperOneClick-2.1.1).

NTP_SERVER=id.pool.ntp.org
NTP_SERVER=0.id.pool.ntp.org
NTP_SERVER=1.id.pool.ntp.org
NTP_SERVER=2.id.pool.ntp.org
NTP_SERVER=0.asia.pool.ntp.org
NTP_SERVER=1.asia.pool.ntp.org
NTP_SERVER=2.asia.pool.ntp.org
NTP_SERVER=3.asia.pool.ntp.org

XTRA_SERVER_1=http://xtra1.gpsonextra.net/xtra.bin
XTRA_SERVER_2=http://xtra2.gpsonextra.net/xtra.bin
XTRA_SERVER_3=http://xtra3.gpsonextra.net/xtra.bin

# DEBUG LEVELS: 0 – none, 1 – Error, 2 – Warning, 3 – Info
#               4 – Debug, 5 – Verbose
DEBUG_LEVEL = 0

# <DTS2010092801811 GPSXtra y142196&q170606 20100928 begin
# download interval set 5 days = 5*24*60*60*1000 milliseconds
XTRA_DOWNLOAD_INTERVAL_CONFIG=432000000
# DTS2010092801811 GPSXtra y142196&q170606 20100928 end>

# Intermediate position report, 1=enable, 0=disable
INTERMEDIATE_POS=0

# Accuracy threshold for intermediate positions
# less accurate positions are ignored, 0 for passing all positions
# ACCURACY_THRES=5000
ACCURACY_THRES=0

# Report supl ref location as position, 1=enable, 0=disable
REPORT_POSITION_USE_SUPL_REFLOC=1

################################
##### AGPS server settings #####
################################

# FOR SUPL SUPPORT, set the following
SUPL_HOST=supl.google.com
SUPL_PORT=7276
SUPL_NO_SECURE_PORT=3425
SUPL_SECURE_PORT=7275
SUPL_TLS_HOST=FQDN
SUPL_TLS_CERT=/etc/SuplRootCert

# FOR C2K PDE SUPPORT, set the following
C2K_HOST=c2k.pde.com
C2K_PORT=1234

CURRENT_CARRIER=common
DEFAULT_AGPS_ENABLE=TRUE
DEFAULT_SSL_ENABLE=FALSE

# TRUE for “User Plane”, FALSE for “Control Plane”
DEFAULT_USER_PLANE=TRUE

################################
# EXTRA SETTINGS
################################

# Wiper (wifi positioning), 1=enable, 0=disable
ENABLE_WIPER=1

Sumber:

http://sysapp.blogspot.com/2012/03/how-to-speed-up-your-gps.html

Leave a comment

Filed under Android Stuff

Blue is Beautuful

Dengan susah payah akhirnya ditemukan juga theme bernuansa biru my favorite: Xperia X10, Facebook Fans, FaceDroid. Ketiganya theme Go Launcher berbayar (yang saya dapatkan dengan tak membayar). Perlu usaha lebih keras untuk mendapatkannya karena link-link yang banyak beredar sudah pada dead.

 

Leave a comment

Filed under Android Stuff

Upgrade Ideos X5 to Official Gingerbread 2.3.5 Really Not Worth the Hassle

Dari awal saya sudah berniat tidak akan banyak mengutak-atik ponsel kecuali penambahan aplikasi yang diinginkan saja. Tapi apa mau dikata… yang tadinya males baca-baca apa itu rooting… bagaimana  itu upgdrading dsb… malah ujung-ujungnya dijalani juga.

Kenapa terpaksa melakukan upgrading? Ada suatu media player yang berjudul Avia Media Player yang pernah saya instal di Android ICS x86 ternyata hanya bisa diinstal di android versi 2.3.x (Gingerbread) ke atas, sementara pada Huawei Ideos X5 pabrikan hanya dibenamkan android versi 2.2.x (Froyo). Untungnya proses upgradenya sangat simple cuma sekali pencet selesai gak pakai instal software di komputer. Hanya download file update di servernya Huawei Device U8800-V100R001C00B526G001, setelah terdownload buka dan copy paste folder “dload” (di dalamnya ada file terdapat file “UPDATE.APP”) beserta isinya ke root SD cardn sehingga direktori file update di sd card /sdcard/dload/UPDATE.APP/. Power off ponsel dan nyalakan kembali dengan menekan dan tahan tombol volume up, volume down, tombol power secara bersamaan tunggu beberapa saat sampai masuk ke modus “upgrading”. Proses upgrading cuma sebentar sekitar 2-3 menit. Setelah proses update selesai ponsel akan mati. Kemudian dinyalakan dan si Gingerbread versi 2.3.5 sudah tertanam di sana. Namun sempat keringat dingin juga saat menyaksikan tulisan “update failed”…. dicoba lagi malah ponsel freezing di “process 1 / 2 extracting”. Lagi-lagi masih beruntung ternyata di forum xdadeveloper ada member yang pernah mengalami juga, permasalahannya si ponsel kurang berkenan kalau file upgrade ditaruh di micro sd card, maunya di sd memory internal. Maka stres tak jadi berkepanjangan… hehehe.

Kemudian terpaksa lagi harus melakukan rooting. Why bother? Itu tuh gara-gara aplikasi texting aduhai si Swype bawaan ponsel yang tak memiliki dictionary Bahasa Indonesia, jadinya percuma saja ada Swype kalau ngetiknya juga masih tutul-tutul, mana keyboard virtualnya rapat dan cuilik-cuilik jadi salah pencet mulu. Swype yang ada di hasil upgrade Gingerbread adalah tipe OEM yang sudah dikunci gak bisa di-reinstal dengan Swype versi download manual, padahal di versi download manual ini yang disediakan pilihan penambahan dictionary dengan instal online. Aneh juga, vendor Swype yang telah memiliki koleksi dictionary Bahasa Indonesia tapi release versi multi-languagenya cuma menyertakan dictionary dari negara-negara Eropa dan Amerika. Pengguna di indonesia dan beberapa negara Asia lainnya diharuskan nambahin sendiri. Cape dech…!

Sempat mutung juga karena pas proses rooting dengan Superoneclick malah yang terjadi aplikasi tersebut freezing diproses #6, dicoba lagi tetap saja freezing. Lagi-lagi ternyata ada tutorial khusus untuk rooting Ideos X5 menggunakan Superoneclick. Sebelum menjalankan Superoneclick di komputer, si ponsel harus di setting “dial *#*#2846579#*#* and go to projectmenu > background settings > log settings > log switch > set Log on”. Masalahpun terselesaikan… Setelah rooting berhasil maka proses instal ulang Swype secara manualpun lancar-lancar saja, berikutnya hanya tinggal setting sana-sini dan download dan instal dictionary Bahasa Indonesia.

Dan ternyata… meski upgrade file diberi embel-embel “Official” bukan berarti sempurna tanpa cacat. Selain aplikasi Swype yang terinstal secara sistim dan parahnya tak ada pilihan input dictionary Bahasa Indonesia, upgrade justru memberi hasil capture video yang berantakan. Sebelum upgrade file rekaman video dalam bentuk 3gp dan hasil rekamannya cukup memuaskan meski masih dijalankan di versi android 2.2. Setelah upgrade file video menjadi mp4. Saya pikir ini suatu perbaikan kualitas. Nyatanya malah sebaliknya, hasil rekaman cenderung agak kabur, dan file hasil rekaman saat dimainkan di uMPlayer hanya bisa memutar audionya saja sedang videonya freezing. memutar dengan RealPlayer juga memberi hasil yang sama. File bisa diputar dengan lancar menggunakan pemutar media VLC Player.

Dengan hasil yang begini… rasanya upgrade ke Gingerbread adalah suatu kesia-siaan… cuma dapet capeknya saja…. (hehehe harus menunggu 3 jam untuk download file upgrade, ribet me-rooting untuk bisa install Swype beta dsb.). Maka…. diputuskan untuk kembali ke versi 2.2. Dan harus menunggu 2 jam untuk download firmwarenya…. Hal positif dari pengalaman upgrade dan kembali downgrade adalah pengalaman dan ilmu baru yang mungkin tak didapatkan kalau tak ada urgensi hasrat untuk upgrade…. (Setiap peristiwa pasti ada hikmahnya).

3 Comments

Filed under Android Stuff

Tip Android Huawei Ideos X5: No Root ScreenShot

Setelah sukses instal Android-x86 4.0 RC1 di laptop BenQ S35 FE13 dan bermain-main dengan  beberapa aplikasi, jadinya  malah berdampak “buruk”, jadi kepikiran ingin punya ponsel Android. Setelah banding-banding harga dan fitur  baik melalui review ponsel di internet maupun review tabloid PULSA, maka diputuskan membeli ponsel Android yang cukup murah dengan fitur lumayan: Huawei Ideos X5 dengan fitur unggulan yang menarik yaitu mampu rekam video kualitas HD 720p dan resolusi layar lumayan baik 800×480 pixel dengan luas layar 4.8 inci diagonal. Beruntung juga ini ponsel sudah cukup lama sejak awal release sehingga harga sudah beberapa kali mengalami koreksi dan saat membeli ponsel ini harga sudah cukup terjangkau Rp1.950.000. Menurut sejarahnya, ponsel ini saat baru release harga jualnya Rp2.400.000.

Setelah otak-atik dalam rangka kustomisasi theme dan penambahan aplikasi akhirnya saya putuskan menggunakan theme Ice Cream Sandwich yang kelihatan “berwibawa” dan sedikit angker (agak-agak bernuansa gelap), pas lah dengan my personality yang kata orang gak ramah hahahaha… Seperti biasa, kalau sudah selesai kustomisasi rasanya pengen bisa mengarsip tampilan dari suatu theme atau aplikasi yang tentunya dalam bentuk gambar. Browsing sana sini, menurut yang sudah lebih dulu punya ponsel android, untuk bisa screenshot musti di root mode. Weleh-weleh, wong yang namanya root mode pun saya belum ngeh maksudnya yang gimana.

Akan tetapi, pengambilan screenshot bisa dilakukan tanpa ponsel di-rooting dulu, cuma caranya agak ribet musti melibatkan koneksi ponsel dengan laptop/komputer untuk meng-enable ponsel diambil screenshotnya.

Menyimak tutorial yang ada di http://www.indochat.web.id/2011/06/tutorial-instalasi-no-root-screenshot.html, meski kedengarannya agak ribet tapi masih terjangkau oleh sistim kesabaran saya… maka  apa salahnya dicoba syukur-syukur berhasil bisa bikin happy. Kalaupun tak berhasil ya wajarlah namanya juga masih newbie. Dengan cara ini yang terpenting ponsel bisa dikenali oleh sistim operasi komputer, misalnya Windows 7 karena akan ada aplikasi yang harus dijalankan di komputer untuk meng-enable screenshot melalui ponsel. Cukup senang juga ternyata tak susah mendapatkan usb driver dari website Huawei Device sehingga perjalanan pun bisa lebih lancar gak pake frustasi.

Aplikasi yang digunakan untuk screenshot tanpa rooting adalah (mungkin salah satunya): No Root ScreenShot it. Cek dulu melalui Google Play versi terakhir yang dirilis dari aplikasi tersebut kemudian dengan bantuan mesin pencari Google usahakan temukan file No Root ScreenShot it dengan versi terkini. Yang saya gunakan No Root ScreenShot it versi 3.3.2. Setelah ketemu filenya langsung saja instal di ponsel dan, dengan menggunakan menu setting diponsel, aktifkan debugging mode. Setelah itu restart ponsel. Aplikasi belum bisa digunakan untuk mengambil screenshot karena belum dibuat enable oleh komputer.

Supaya  ponsel bisa terdeteksi harus sudah terinstal usb driver dari ponsel tersebut.  Nah, untuk Huawei Ideos X5 usb driver bisa didownload di sini:
http://www.huaweidevice.com/worldwide/downloadCenter.do?method=index

  1. Download dan jalankan file instalasi  (setup.exe)
  2. Ponsel yang sudah disetting ke debugging mode kemudian koneksikan ke komputer, biarkan saja komputer berusaha menemukan dan instal drivernya
  3. Jika ada notifikasi kalau ada bagian driver yang tak terinstal coba unplug dan plug kembali, mudah-mudahan kali ini tak ada pemberitahuan seperti itu lagi

Untuk keperluan meng-enable screenshot dibutuhkan aplikasi ScreenShot it Enabler (untuk windows atau mac) bisa didownload di sini: http://www.lindylabs.com/screenshot_it/

Download, install dan jalankan aplikasi  ScreenShot it Enabler, pastikan ponsel  terdeteksi oleh aplikasi tersebut (ada tulisan Phone found) dan klik ENABLE SCREENSHOT. Maka ponsel sudah bisa mengambil screenshot menggunakan aplikasi No Root ScreenShot it. Untuk mengambil screenshot pada bagian yang memerlukan waktu yang gak lama untuk menjangkaunya, misalnya bagian setting dari suatu aplikasi, bisa dipilih delay 30 detik atau lebih.

Kalau diringkas, perjalanan ambil screenshot di ponsel Ideos X5 kira-kira seperti ini:

  1. Download dan instal usb driver Ideos X5
  2. Download No Root ScreenShot it versi terkini dan instal di ponsel
  3. Download ScreenShot it Enabler untuk windows atau mac.
  4. Plug device ke PC, device dalam mode usb debuging.
  5. Jalankan ScreenShot it enabler di windows/mac anda, kemudian setelah ada tulisan Phone found klik “Enable ScreenShot it”

Setelah berhasil unplug ponsel dari PC dan jalankan No Root ScreenShot it melalui ponsel untuk mulai pengambilan screenshot.

Semoga bermanfaat

2 Comments

Filed under Android Stuff

Konversi Video ke x264/AVC Baseline Profile untuk Android-x86 4.0 RC1 dengan FFMPEG (Ubuntu 11.04)

Berawal dari info release note Android-x86 4.0-RC1 (Ics-x86), penasaran bagaimana rasanya kalau sistim operasi yang banyak dipakai di smartphone vendor-vendor ternama itu bisa terinstal di notebook BenQ  S35 FE13. Berkunjung ke lokasi download Android-x86 4.0-RC1 di http://www.android-x86.org/download sempat bingung juga karena ada beberapa versi yang tersedia di sana, sebutlah beberapa di antaranya: android-x86-4.0-RC1-amd_brazos.iso, android-x86-4.0-RC1-asus_laptop.iso, android-x86-4.0-RC1-eeepc.iso. Setelah coba instal satu persatu dari 3 file iso yang selesai didownload, hanya file android-x86-4.0-RC1-asus_laptop.iso yang sukses instalasi menggunakan partisi ext3.  Hehehe maka tak dilanjutkan mencoba file iso yang lain.

Saat mulai mencoba memainkan video di sistim operasi android versi 4.0 tersebut, ada yang bikin heran. Beberapa file dapat dimainkan, tapi beberapa yang lain tak bisa dimainkan padahal semua file tersebut berekstensi mp4. Setelah muter-muter menelusuri google, ketemu informasi bahwa file mp4 yang mampu dijalankan android adalah jenis mp4 dengan codec MPEG-4 Part 2 Simple Profile (MPEG-4 SP) dan MPEG-4 Part 10 Baseline Profile (H.264/AVC BP). Menurut beberapa sumber kedua jenis codec itu membutuhkan   kecepatan prosesor dan memori yang tak harus tinggi dan memang diperuntukkan buat telepon bergerak, video conferencing, sistim elektronik pengintaian (CCTV) dan sejenisnya.

MPEG-4 (part 2) lebih dahulu diimplementasikan dan lebih “ringan” dari H.264/AVC dari sudut pandang kebutuhan kecepatan prosesor dan memori serta algoritma decodingnya juga  tak sekompleks proses menggunakan codec H.264/AVC. Akan tetapi, H.264/AVC memberikan kualitas yang lebih baik dengan besaran bitrate yang sama. Sebagai pembandingan, MPEG-4 memiliki efesiensi ruang dua kali lipat dari MPEG-2, sedangkan H.264 memiliki efesiensi ruang tiga kali lipat dari MPEG-2.

Berbekal informasi di atas, video-video yang akan diputar pada sistim operasi android yang telah terinstal tersebut selanjutnya akan dikonversi menggunakan codec h264 (x264 untuk versi opennya).  Tentunya ini semua harus bisa sukses menggunakan tool multimedia yang populer digunakan di dunia linux: FFMPEG. (Hmmm…. Masih harus browsing sana-sini mencari informasi mengenai cara konversi ke container mp4 dengan codec x264 baseline profile.)

Sebagai informasi tambahan, encoding x264 bisa menggunakan beberapa jenis profile yang menggambarkan kualitasnya:

  • Baseline Profile (BP) – profil dasar untuk aplikasi-aplikasi dengan sumber daya terbatas seperti aplikasi bergerak (ponsel). Ciri khasnya: tidak mendukung Context-adaptive binary arithmetic coding (CABAC), B-frames, dan i8x8
  • Main Profile (MP) – awalnya direncanakan sebagi profile encoding untuk keperluan video  broadcasting dan video storage
  • High Profile (HP) – profile yang populer untuk  HD video.

Sempat frustasi juga karena beberapa tutorial yang ada di internet tak berjalan sebagaimana mestinya saat dieksekusi di lapangan.  Pada semua tutorial yang sempat dipelajari, setting video option untuk x264 baseline profile pada FFMPEG dengan memanfaatkan file preset libx264-baseline.ffpreset yang berisi:
coder=0
bf=0
flags2=-wpred-dct8x8+mbtree
wpredp=0

Dan (untungnya) entah dari mana berangkatnya, saya keblusuk di suatu forum yang menginformasikan bahwa telah ada perubahan dalam sistim dokumentasi FFMPEG mulai Februari 2012, padahal hampir semua tutorial yang sempat dipelajari ditulis sebelum tahun 2012. (Pantes gak ada yang sukses…. hampir saja menyerah).

From February 2012 up, FFmpeg dramatically thins out the -flags2 options (from 20 to 6). These options are now available as single commands. Most of them are still flags which can be set to 0 (off) or 1 (on).

Old flags2 options               New replacements
——————————————————————-
-flags2 bpyramid             ->  -b-pyramid [none, strict, normal]
-flags2 wpred                ->  -weightb [0, 1]
-flags2 mixed_refs           ->  -mixed-refs [0, 1]
-flags2 dct8x8               ->  -8x8dct [0, 1]
-flags2 fastpskip            ->  -fast-pskip [0, 1]
-flags2 aud                  ->  -aud [0, 1]
-flags2 ivlc                 ->  -intra_vlc [0, 1]
-flags2 drop_frame_timecode  ->  -drop_frame_timecode [0, 1]
-flags2 non_linear_q         ->  -non_linear_quant [0, 1]
-flags2 reservoir            ->  -reservoir [0, 1]
-flags2 mbtree               ->  -mbtree [0, 1]
-flags2 psy                  ->  -psy [0, 1]
-flags2 ssim                 ->  -ssim [0, 1]
-flags2 intra_refresh        ->  -intra-refresh [0, 1]

Dengan sistim dokumentasi terbaru dari FFMPEG, maka setting video option pada encoding x264 dengan baseline profile menjadi:
-coder 0 -bf 0 -weightb 0 -8x8dct 0 -wpredp 0 -mbtree 1

Atau untuk kemudahan, setting option di atas bisa diwakili oleh preset dengan terlebih dahulu membuat file libx264-baseline.ffpreset dengan isi:
coder=0
bf=0
wpredp=0
weightb=0
8x8dct=0
mbtree=1

(File libx264-baseline.ffpreset ditaruh di direktori \home\user-ubuntu-anda\.ffmpeg\)

Setting  -coder 0 -bf 0 -weightb 0 -8x8dct 0 -wpredp 0 -mbtree 1 bisa diwakili oleh -vpre baseline.

Berikut contoh setting ffmpeg untuk encoding x264 baseline profile:

ffmpeg -i /home/zorin/Videos/Somebody-Me-Mart.mp4 -s 1280×720 -vcodec libx264 -coder 0 -bf 0 -weightb 0 -8x8dct 0 -wpredp 0 -mbtree 1 -level 22 -b:v 1500k -acodec libfaac -ab 192k -ac 2 -vol 512 /home/zorin/Videos/Somebody-Me-Mart-baseline-preset.mp4

ffmpeg -i /home/zorin/Videos/4620898.mp4 -vcodec libx264 -vpre baseline -b:v 700k -acodec libfaac -ar 44100 -ab 192k -ac 2 /home/zorin/Videos/Street-of-Philadelphia-baseline.mp4

Semoga bermanfaat…

Leave a comment

Filed under Linux Stuff